Secara umum, kesalahan Barat dalam memandang Islam disebabkan karena sejak berabad-abad Islam di Barat sengaja didistorsi. Serangan bertubi-tubi terhadap Islam saat ini bukan hasil dari kondisi kemarin sore, namun merupakan akibat kesalapahaman lama yang sudah mengakar di dalam pikiran orang-orang Barat sejak Perang Salib. Bahkan sebelum Perang Salib ketika kaum muslimin berhasil menaklukkan Andalusia, dan kesuksesan pasca itu dimana Dinasti Ottoman sukses menaklukkan Konstantinopel dan mengepung ibu kota Austria, Wina.

Di abad pertengahan, di Eropa muncul banyak fitnah terhadap Islam dan kaum muslimin. Kalangan Kristen di saat itu gencar menyebarkan fitnah dan dusta seputar Islam dan Nabi Muhammad SAW..

Dalam hal ini, banyak mitos yang disematkan kepada Islam, yaitu mitos-mitos yang menenggelamkan masyarakat Barat dalam imajinasi dan kesesatan, yang diciptakan oleh para penulis zaman itu, seperti lagu Roland yang sangat masyhur dan karya sastra lainnya yang menggambarkan kaum muslimin sebagai penyembah berhala dan menyifati mereka dengan sifat-sifat yang sangat buruk. Mitos dan kesesatan semacam ini pun turut disebarkan oleh para sastrawan Barat yang sangat kesohor semisal Dante, Voltaire dan lainnya. Dalam pikiran orang-orang Barat sudah tertanam kuat bahwa Islam adalah agama yang agresif, fanatis, penuh nafsu dan seterusnya. Hingga hari ini informasi yang salah seputar Islam dan kaum muslimin ini dipelajari oleh anak-anak di sekolahan-sekolahan Barat.

Dari sini maka kita tidak heran jika kampanye media melawan Islam dan kaum muslimin di Barat begitu gencar dari masa ke masa. Kampanye itu menunjukkan betapa Barat salah paham dalam memandang Islam dan kaum muslimin. Hal itu juga mencerminkan betapa kesalahpahaman yang mereka warisi tertanam kuat di dalam benak mereka. Orang akan heran ketika melihat bagaimana Barat memperlakukan secara adil agama-agama selain Islam, khususnya agama-agama yang merupakan hasil buatan manusia. Hanya Islam agama di dunia yang senantiasa diserang dan diperlakukan tidak baik. Islam, satu-satunya agama yang selalu dituduh dengan sifat-sifat yang buruk.

Tokoh-tokoh Barat tersentak ketika mendengar mengenai “al-Shahwah al-Islamiyah” (kebangkitan Islam) di sejumlah negara Islam. Saat ini Barat melihat Islam sebagai musuh alternatif setelah jatuhnya Komunis. Para pejabat Barat tidak menyembunyikan hal itu. Bahkan banyak dari mereka yang mengumumkannya secara terang-terangan dan sangat jelas. Sikap Barat terhadap kaum muslimin ini sangat jelas dimana lebih dari dua tahun mereka diam terhadap tragedi pembantaian kaum muslimin di Bosnia dan Herzegovina. Dengan sangat jelas Serbia mengumumkan pihaknya sedang melakukan tugas sejarah, yaitu menjaga Eropa dari Islam. Dan jika Eropa mengatakan selain hal itu maka itu merupakan bentuk dari kemunafikan. Faktanya, sudah sejak lama Eropa bersikap munafik dan hanya mengeluarkan edaran kecaman demi kecaman hingga Serbia berhasil merealisasikan tujuannya. Serbia ingin mengulangi sejarah yang sama di Bosnia dan Herzegovina sebagaimana yang pernah terjadi di Spanyol pada 500 tahun yang lalu, yaitu mengusir kaum muslimin dari Andalusia dan membinasakan mereka. Seandainya Serbia berhasil dalam rencananya itu maka kaum muslimin yang lain di negara-negara Barat akan menunggu gilirannya.


Prof. Dr. Hamdi Zaqzuq
Guru Besar Akidah Filsafat Universitas Al-Azhar Kairo dan Mantan Menteri Wakaf Mesir.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top