الحمد لله نحمده علي أن خصنا من نعمه بالمزيد
 و قرب لنا من أسباب الخير ما هو علي كثير من عباده بعيد
و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ذو الفضل المديد
و أشهد أن محمدا عبده ورسوله المخصوص بالتأييد
صلي الله عليه وعلي آله وأصحابه ذوي الرأي السديد وسلم
أما بعد , عباد الله أوصيكم و إياي بتقوي الله  عز وجل وطاعته وقد فاز االمتقون

Hadirin Rahimakumullah

Rasulullah SAW bersabda:                 
"Siapa siapa yang mempelajari Kitabullah, kemudian diamalkan isi yang terkandung di dalamnya, Allah akan menunjukinya dari kesesatan dan akan memeliharanya pada hari Kiamat dari siksa yang berat."

Ibnu Abbas meriwayatkan untaian nasihat mulia Rasulullah SAW. tersebut kepada kita. Kandungan nasihatnya sangat jelas, memancarkan cahaya panduan hidup semestawi, sekaligus ancaman bagi yang menutup diri dari pancaran cahaya kebenaran itu berupa adzab yang  pedih. 

Tidaklah kita pernah mengkonsentrasikan hati sanubari ini untuk meluangkan waktu barang sejenak, menyimak firman firman Nya? Merasakan getaran kekuasaan Allah yang senantiasa mengikuti diri kita? Kalau jalannya pertandingan sepak bola atau bulu tangkis, atau membaca surat penting dari atasan, kita pasang telinga, mata dan pikiran mengikuti moment pertandingan ataupun isi pesan pesan surat dengan cermat dan teliti. Apakah Pernah kita bersikap demikian terhadap Al Qur'an? Atau kita barangkali menganggap itu bukan sesuatu yang  penting. nauzubillah 

Barangkali tarikan tarikan hidup duniawi lebih kita pentingkan ketimbang isi pesan langit yang agung, yang menjelaskan hakikat kemenangan hidup yang semestinya patut kita raih. 

Al Qur'an secara gamblang mengingatkan kita pada status babakan final kehidupan, yang seluruh manusia pasti akan menuju ke sana. Di sanalah (akhirat) alam keadilan sebagai hari pembalasan yang seadil adilnya bagi setiap amal apapun yang pernah dilakukan manusia ketika di dunia.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ(4)ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ(5)إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ(6)فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ(7)أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ(8)

 "Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah rendahnya (neraka). Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tak putus putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah adanya keterangan keterangan itu? Bukanlah Allah hakim yang  seadil adilnya...?" (QS. 95:4 8)

Hadirin Rahimakumullah

Iqro'.......! Bacalah........!
Betapa jelas ayat ayat Allah menyapa kita setiap saat. Bacalah matahari yang setiap pagi memancarkan sinar hangatnya kepada kita. Bacalah udara segar yang tak putus putusnya kita hirup. 
Bacalah air yang  turun dari langit, menghidupkan tumbuh tumbuhan layu dan kering. 
Bacalah,  hewan hewan di darat, ikan ikan di lautan, burung burung di udara yang tak pernah punah kita makan dan kita konsumsi. Dan.....dalam diri kita yang lemah ini pun  ayat ayat Allah bertebaran di sekujur tubuh. Maka nikmat Rob mu yang manakah yang akan engkau dustakan?

Astaghfirullah...., betapa dzolimnya diri, tatkala kita sengaja menutup mata dari ayat ayat Allah yang terlalu amat jelas ini. Rabbana dzolamna...., ya Robb Kami, betapa kami telah mendzalimi diri,

Hadirin Rahimakumullah
Ada surga (jannatun na'aim), yang Allah janjikan akan diberikan hanya pada mereka yang tekun mengikuti petunjuk Nya. Luasnya seluas langit dan bumi. Sungguh...dunia beserta isinya tak seujung kuku dibanding dengan janji Allah yang menggiurkan ini. 
Kenapa kita tak tergiur kemudian berlomba lomba untuk mencapainya walau apapun taruhannya. Seorang mu'min seyogyanya bersikap demikian. Tapi apakah benar melakukan sambutan  mendengar seruan Allah ini  yang katanya paling kita cintai  ? Atau boleh jadi, sedikit pun hati kita tak tersentuh mendengar seruan ini.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ(133)
    "Bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang  orang yang bertaqwa" 
(QS.3:133)

Hadirin Rahimakumullah

Perjalanan setiap makhluq hidup pasti akan berakhir. Daun daun hijau itu pada saatnya akan menguning, layu dan gugur. Kemudian akan muncul tunas tunas baru, melanjutkan estafet pengabdian para  pendahulunya yang telah gugur. Panas hari ini, akan ditutup dinginnya malam, kemudian panas esok hari kembali menghangatkan

Debur ombak yang telah tiba di bibir karang pantai akan diikuti barisan ombak di belakangnya, dan kicau burung yang tak pernah berhenti bertasbih, dengan tekun silih berganti merajut generasi yang selalu memenuhi angkasa dengan tasbih kepada Nya, tak pernah lelah bersujud kepada Rabb mereka. Ambooi....!!! betapa tak secuil pun ada celah kesia sian di segenap angkasa Allah .

Lalu lembar lembar kehidupan kita, sudahkah kita toreh dengan tasbih dan dzikir kepada Nya?

Tidak ada hidup yang selalu dipenuhi tawa gembira , dan tidak ada hidup ditimpa sedih terus menerus dan kecewa ,semua datang silih berganti agar kita selalu waspada , mengambil saripati pengalaman dan selalu mengamalkan ajaran ajaran Allah Swt ,bergantung kepadaNya berharap atas segala RahmatNya memohon perlindungan atas qadla burukNya

Setelah kita menyadari bahwa hidup ini tidak kekal , maka kita perlu berbekal dengan amal amal akhirat , perlu keikhlasan dalam berbuat baik , perlu prihatin akan ketentuan nasib kita ,apakah termasuk suulkhatimah ( buruk akhir hidupnya ) ataukah khusnul khatimah ( baik akhir hidupnya)

Dari sinilah pentingnya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi hal hal yang tidak tahu , sebab hakikat hidup itu , sesungguhnya hanyalah tiga hari seperti kata Imam Hasan Basri seorang ulama Tabiin murid shahabat Nabi Saw :”

Bahwasanya dunia ini jika kamu mau berfikir didalamnya hanya ada tiga hari :
Pertama hari yang telah berlalu yang engkau tidak bisa berharap ia bakal kembali .
Kedua hari yang sedang kamu hadapi saat ini seyogyanya kamu dalam kesempatan ini berusaha mengisinya dengan sebaik mungkin .

Yang ketiga hari yang akan datang yang kamu tidak tahu apakah umurmu dapat mengisinya atau tidak 

Imam Ghazali membagi masa depan manusia menjadi empat :”
1. Ada manusia yang beruntung dunia dan akhirat itulah manusia yang taat
2. Ada manusia yang beruntung didunia tapi ia celaka di akhirat
3. Ada juga yang celaka di dunia namun beruntung di akhirat .
4. Ada juga yang nauzubillah celaka di dunia dan dia juga celaka di akhirat
Dengan pembagian ini sepatutnya kita bertanya pada diri kita termasuk golongan manakah kita?

} كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر {
بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم
 لما فيه من الآيات والذكر الحكيم 
أقول قولى هذا وأستغفر الله لى ولكم من كل ذنب 
فااستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top