Dalam Islam, terdapat sebuah istilah al-Asyhur al-Hurum, yaitu bulan-bulan yang Allah mengharamkan adanya peperangan dalam bulan-bulan tersebut, kecuali untuk melawan musuh yang menyerang secara mendadak. Bulan-bulan tersebut diantaranya adalah: Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharam.

Allah berfirman pada surah al-Baqarah ayat 217:
يسألونك عن الشهر الحرام قتال فيه قل قتال فيه كبير
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan (haram) adalah dosa besar.”

Pada bulan-bulan tersebut, sangat dianjurkan untuk jangan sampai berbuat dosa, bahkan sebaliknya, yakni memperbanyak ibadah dan berbuat kebaikan. Karena balasan dari amal baik pada bulan tersebut akan dilipatgandakan. Begitu pula dengan balasan dosa, juga dilipatgandakan.

Allah berfirman pada surah al-Taubah ayat 36:
فلا تظلموا فيهن أنفسكم
Artinya: “…maka janganlah kalian berbuat zalim atas dirimu di bulan-bulan itu”

Di bulan-bulan ini terdapat banyak keutamaan dan rangkaian ibadah yang tidak terdapat pada bulan-bulan yang lain. Sebagai misal, diantaranya:

(1) Ibadah Haji yang hanya ada pada bulan Dzulhijjah
(2) Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah yang dijajanjikan oleh Allah (keutamaannya)
(3) Hari Arafah yang hanya ada di bulan Dzulhijjah
(4) Hari Raya Kurban yang ada di tangggal 10 Dzulhijjah
(5) Hari Asyura yang hanya ada di bulan Muharam
(6) Disyariatkannya kesunnahan puasa di hari-hari bulan Muharam


0 komentar:

Posting Komentar

 
Top